
Nabi saw. bila tertawa meletakkan tangan di mulut beliau. Dan bila terjadi sesuatu yang menggembirakan, beliau akan mengucap syukur kepada Allah. Bila bicara beliau senantiasa tersenyum.
Rasulullah tidak tertawa melainkan senyum simpul dan tidak suka melirik(tidak menoleh), kecuali dengan semua wajahnya. Senyum itu sunnah dan tertawa terbahak-bahak itu makruh.
Banyak tetawa menghilangkan akal dan ilmu. Itu artinya orang yang tetawa tergelak - gelak akan hilang satu pintu dari pintu ilmu. Tertawa yang berlebihan sehingga orang lain ikut serta seolah - olah merayakan tertawa. Kita akan menanggung dosa orang yang tertawa, karena tertawaan kita.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar